Museum Dr. Soetomo

Apr 4, 2018 | feature, Historical Sites, Museum, Tur Kota | 0 Komentar

Sekarang Surabaya punya satu lagi alternatif wisata museum loh! Ya, inilah Museum Dokter (Dr.) Soetomo yang baru saja diresmikan oleh Bu Risma, Walikota Surabaya, pada 29 November 2017 lalu. Museum yang terletak di kompleks Gedung Nasional Indonesia (GNI) ini menyimpan kisah hidup tokoh besar dalam pergerakan nasional, yaitu Dr. Soetomo. Beliau merupakan pendiri Boedi Oetomo, organisasi pergerakan pertama di Indonesia.

Selain sebagai tokoh pergerakan nasional yang menyebarkan semangat kemerdekaan di era penjajahan Belanda, Soetomo juga dikenal sebagai seorang dokter ahli penyakit kulit dan kelamin. Soetomo lahir di Desa Ngepeh, Loceret, di kota Nganjuk pada 30 Juli 1888 dengan nama Soebroto. Beliau menempuh sekolah kedokteran di School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Jakarta. Pada 1919, beliau mendapat beasiswa untuk mendalami ilmu penyakit kulit dan kelamin di Amsterdam. Selama sekolah di Amsterdam, beliau juga mendirikan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) yang hingga saat ini masih berjalan bahkan meluas di beberapa negara.

Di Amsterdam pula beliau bertemu dengan isterinya dan pulang ke tanah air untuk mengembangkan ilmu dan menjadi orang pertama di Indonesia yang mengajar dermatovenereologi di sekolah NIAS (sekarang dikenal dengan UNAIR). Peran besar beliau dalam dunia kesehatan membuat nama beliau juga diabadikan pada salah satu nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jawa Timur, dan kini menjadi nama satu museum khusus di kawasan Surabaya Utara. Soetomo wafat pada 29 Mei 1938 di usia 50 tahun dan berpesan kepada keluarga untuk dimakamkan di area GNI agar dekat dengan rakyat sebangsa. Jadi di area ini pengunjung juga dapat datang ke makam beliau.

 

Destinasi : Museum, Pahlawan Nasional Indonesia
Alamat : Jl. Bubutan No. 85-87, Surabaya
Open : Senin-Jumat : 08.00-16.00, Sabtu-Minggu : 07.00-15.00
Tiket : Gratis

“Lanjutkan perjuangan sampai tercapai cita-cita kemuliaan bagi nusa dan bangsa. Bekerjalah terus untuk kemajuan pergerakan kita. Pergerakan bangsa kita masih harus berkembang, harus berani dan selalu maju. Bekerjalah dengan lebih giat dan kuat guna kemajuan pergerakan dan perjuangan kita, sehingga tercapai kemerdekaan dan kemuliaan bangsa.
Sampaikanlah pesan saya ini kepada teman-teman yang tak dapat mengujungi saya kemari”

Dr. Soetomo

Museum yang bertempat di Jalan Bubutan No. 85-85 ini sangat mudah ditemui karena letaknya persis di kiri jalan dengan patung seluruh badan Dokter Soetomo di depannya. Area ini lebih dikenal dengan pendopo GNI, karena nilai bersejarah pendopo yang menjadi saksi pergerakan dalam mempersiapkan kemerdekaan sejak 1932. Di kedua sisi pendopo terdapat paviliun untuk perundingan pergerakan nasional. Paviliun selatan dan pendopo utama pernah dibom oleh pasukan Belanda. Setengah dari paviliun ini hancur dan sengaja tidak dibangun ulang untuk mengenang pertempuran tersebut, jika Anda berkunjung ke makam Dr. Soetomo, Anda dapat melihat sisa tembok yang pernah dibom tersebut. Kini sisa bangunan paviliun tersebut telah diubah menjadi Museum Dr. Soetomo. Sedangkan paviliun utara kini berubah menjadi sekolah SMK Bubutan dan kantor majalah berbahasa Jawa, Penjebar Semangat.

Pendopo utama yang pernah dibom ini kemudian dibangun ulang dengan dana masyarakat, lalu digunakan sebagai Gedung Kesenian, terutama pertunjukan Ludruk karena salah satu penyumbang dana saat itu adalah tokoh Ludruk terkenal asal Surabaya, yaitu Cak Durasim. Namun setelah kemerdekaan dan saat pertempuran 10 Nopember 1945, area pendopo ini menjadi Pusat Darurat Badan Keamanan Rakyat (BKR). Pendopo ini sempat disewakan untuk acara pernikahan, namun setelah area ini diresmikan sebagai museum, pendopo utama beralih fungsi menjadi bagian dari museum yang menampilkan berbagai informasi sejarah.
Museum Dr. Soetomo terdiri dari dua lantai, lantai pertama berisi info sejarah perjalanan beliau dan lantai kedua berisi ruang tiruan praktik Dr. Soetomo selama menjadi dokter dan beberapa benda koleksi lainnya. FYI, tidak semua koleksi di museum ini merupakan barang asli milik Dr. Soetomo, hanya meja dan kursi tamu yang dipajang di lt.2 saja yang dijamin asli milik beliau. Koleksi ini diambil dari rumah beliau dulu di Jl. Simpang Dukuh No. 12 Surabaya.

Kirim pertanyaan dan komentar kamu. Berbagi pengalaman wisata seru bersama Sparkling Surabaya.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perjalanan Terbaru

Ikuti rekomendasi perjalanan terbaru berikut yang tak kalah menarik untuk kita kunjungi.

© 2019 DISBUDPAR Kota Surabaya | All Rights Reserved

Pin It on Pinterest

Share This
X